Instruksi Etik Asn (Pns Dan Pppk) Sesuai Uu Nomor 5 Tahun 2014 Wacana Aparatur Sipil Negara

Posted on
 kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos  KODE ETIK ASN (PNS DAN PPPK) SESUAI UU NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

Kode Etik ASN (PNS dan PPPK) Sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Berdasarkan etiomologi, kata budbahasa berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos (tunggal) yang mengandung arti kebiasaan, budbahasa, sopan santun, perasaan, sikap dan cara berpikir sedangkan etha (jamak) yang mengandung arti adat istiadat. Jadi adat adalah tata nilai, sikap yang dianggap baik, biasa dan layak dikerjakan. Etika berdasarkan K.Bertens (1999:6) adalah nilai-nilai atau norma-norma (watak) yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu golongan dalam menertibkan tingkah lakunya.


Sedangkan secara terminology, kata adab mengandung arti: 1) Sistem nilai dan norma budpekerti yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya; 2) Ilmu perihal apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan keharusan watak; dan 3) Kumpulan asas atau nilai susila (instruksi etik).

Adapun Kode etik dapat diartikan selaku pola aturan, sistem , tanda, pemikiran etis dalam melakukan sebuah aktivitas atau pekerjaan. Kode etik ialah contoh aturan atau cara selaku pemikiran berperilaku. Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa aba-aba etik merupakan sistem atau aturan yang menjadi standar acara yang dipegang oleh seorang anggota suatu profesi. Suatu instruksi etik menggambarkan nilai-nilai profesional sebuah profesi yang mampu diartikan sebagai standar sikap anggotanya. Nilai profesional paling utama yaitu harapan untuk menawarkan dedikasi kepada penduduk . Chung (1981) mengemukakan bahwa nilai profesional atau asas etis terdiri empat asas etis, antara lain:

·          Menghargai harkat dan martabat

·          Peduli dan bertanggung jawab

·          Integritas dalam hubungan

·          Tanggungjawab kepada penduduk

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, instruksi etik ASN (PNS dan PPPK) adalah serangkaian norma-norma yang memuat hak dan keharusan yang bersumber pada nilai-nilai etik yang dijadikan selaku fatwa berfikir, bersikap, dan bertindak dalam acara sehari-hari yang menuntut tanggung jawab suatu profesi. Tujuan isyarat etik ialah mendorong pelaksanaan peran pokok dan fungsi, meningkatkan disiplin pegawai, menjamin kelancaran dalam pelaksanaan peran, memajukan etos kerja, mutu kerja dan sikap PNS yang professional, serta meningkatkan citra dan kinerja PNS di lingkungan Kementerian/Lembaga Pemerintah Daerah. Prinsip Dasar Kode Etik adalah: ketaqwaan, kesetiaan, ketaatan, semangat nasionalisme, mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan langsung dan kelompok, penghormatan, tidak diskriminatif, profesionalisme, netralitas, bermoral dan semangat jiwa korps.

Selain itu, Kode etik ASN (PNS dan PPPK) mampu juga diartikan sebagai pemikiran sikap, tingkah laris dan perbuatan Aparatur Sipil Negara (PNS dan PPPK) dalam melakukan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari.

 kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos  KODE ETIK ASN (PNS DAN PPPK) SESUAI UU NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA


Kode etik PNS dan Kode etik PPPK atau arahan etik ASN diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 wacana Aparatur Sipil Negara. Dalam pasal 3 ditegaskan bahwa ASN selaku profesi salah satunya harus berlandaskan pada prinsip instruksi etik dan instruksi sikap. Adapun Kode etik ASN (PNS dan PPPK) yakni sebagai berikut:

a. melakukan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;

b. melaksanakan tugasnya dengan teliti dan disiplin;

c. melayani dengan perilaku hormat, sopan, dan tanpa tekanan;

d. melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-permintaan;

e. melakukan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-usul dan budpekerti pemerintahan;

f. menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;

g. memakai kekayaan dan barang milik Negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;

h. mempertahankan agar tidak terjadi pertentangan kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;

i. memberikan isu secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;

j. tidak menyalahgunakan gosip intern negara, peran, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari laba atau faedah bagi diri sendiri atau untuk orang lain;

k. memegang teguh nilai dasar ASN dan senantiasa mempertahankan reputasi dan integritas ASN; dan

l. melaksanakan ketentuan peraturan perundang-ajakan perihal disiplin Pegawai ASN.

 

Demikian uraian singkat tentang Kode Etik PNS dan Kode Etik PPPK Semoga ada keuntungannya. Diharapkan Bapak/Ibu ASN dapat menerapkan aba-aba etik ASN (PNS dan PPPK) di atas dengan penuh tanggung jawab).

= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *