Juknis Tata Cara Mengajukan Sanggahan Bagi Akseptor Tes Cpns Yang Tidak Lulus Skb

Posted on

 

petunjuk teknis juknis atau tata cara mengajukan sanggahan bagi peserta tes cpns yang tida JUKNIS TATA CARA MENGAJUKAN SANGGAHAN BAGI PESERTA TES CPNS YANG TIDAK LULUS SKB

Petunjuk Teknis (Juknis) atau tata cara mengajukan sanggahan bagi akseptor tes CPNS yang tidak lulus SKB. Berdasarkan siaran pers BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menuntaskan tahapan rekonsiliasi integrasi hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 23 Oktober 2020. Hasil seleksi yang sudah ditandatangani Kepala BKN sudah mulai disampaikan kepada Instansi dan ditargetkan hari ini, Rabu 28 Oktober 2020, sudah diterima oleh seluruh instansi pembuka rekrutmen CPNS 2019 sehingga kemudian mampu diumumkan terhadap publik sesuai target waktu ialah 30 Oktober 2020.

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS Formasi Tahun 2019 diarahkan melakukan pemberkasan secara digital lewat akun masing-masing penerima di https://sscn.bkn.go.id dengan mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan mengunggahnya bareng dokumen lain yang diminta dalam proses pemberkasan. Berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS, kelengkapan dokumen pemberkasan yang harus diunggah penerima dan akan dipakai sebagai dasar pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP) meliputi: Pas foto terbaru berpakaian formal dengan latar belakang berwarna merah; Ijazah asli untuk lulusan dalam negeri /ijazah penyetaraan Dikti untuk lulusan luar negeri; Transkrip asli; Surat pernyataan 5 poin (lihat Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018); Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku saat pemberkasan; Surat informasi sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan; Surat informasi tidak mengonsumsi/memakai narkoba, psikotropika, serta zat-zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan Pemerintah; Bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki kala kerja), dan DRH yang telah ditandatangani.

Sementara bagi peserta yang tidak dinyatakan lulus mampu mengajukan sanggahan dengan mengunggah bukti sanggahan ke portal SSCN. Sanggahan hanya bisa dikerjakan satu kali, dengan abad sanggah selama 3 (hari) sehabis pengumuman hasil akhir seleksi CPNS. Terhadap sanggahan tersebut, instansi diberikan potensi menjawab sanggahan akseptor dalam abad waktu 4 (empat) hari semenjak pengumuman diterbitkan.

Lalu bagaimana Petunjuk Teknis (Juknis) atau metode mengajukan sanggahan bagi penerima tes CPNS yang tidak lulus SKB, berikut ini penjelasannya

1) Peserta login ke akun SSCN 2019 melalui tautan https://sscndaftar.bkn.go.id/login dan mengisikan username (NIK) dan password akun yang telah dibuat dikala registrasi. Jika Peserta dinyatakan TIDAK LULUS, maka akan timbul tombol untuk mengajukan sanggahan dari hasil pengumuman tidak lulusnya Peserta. Mohon perhatikan tanggal selsai sanggah, karena jika sudah melewati deadline sanggah, maka tombol “Ajukan Sanggah” akan otomatis hilang dan Peserta tidak mampu lagi melaksanakan sanggahan.

 

2) Pada kolom sanggah, Peserta akan dihadapkan dengan halaman yang terdiri dari Perihal Sanggah, Alasan Sanggah dan kolom unggahan Bukti Sanggah. Jika Peserta memilih Perihal Sanggah perihal Sertifikat Pendidik dan Nilai SKB CAT, silahkan eksklusif diisi Alasan Sanggah dan Bukti Sanggahannya. Tetapi jikalau Peserta memilih Perihal Sanggah tentang Nilai SKB Non-CAT (kalau ada), maka akan timbul opsi Metode SKB mana yang ingin disangkal. Kolom Metode SKB cuma akan timbul kalau Instansi Peserta mengadakan tes SKB selain dengan sistem CAT.


petunjuk teknis juknis atau tata cara mengajukan sanggahan bagi peserta tes cpns yang tida JUKNIS TATA CARA MENGAJUKAN SANGGAHAN BAGI PESERTA TES CPNS YANG TIDAK LULUS SKB


3) Jika Peserta telah selesai mengisi kolom sanggahan, silahkan klik tombol “Akhiri Proses Sanggah”. Maka akan timbul kotak peringatan seperti dibawah ini. Data-data yang diinputkan dikolom sanggah sudah tidak mampu diubah kembali sehabis Peserta mengklik “Iya” pada kotak perayaan.

 

4) Peserta yang sudah pernah melaksanakan sanggahan tidak mampu melakukan sanggahan Kembali. Silahkan menunggu tanggapan dari sanggahan tersebut yang mau dijawab oleh Instansi yang dilamar oleh Peserta.

 

Untuk akseptor yang mengundurkan diri juga harus menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri di portal SSCN. Perlu dimengerti bahwa peserta yang mengundurkan diri cuma mampu digantikan penerima lain bila pengunduran diri terjadi sebelum NIP ditetapkan BKN. Peserta lain yang mampu mengambil alih peserta seleksi yang mengundurkan diri yaitu peserta selanjutnya dari peringkat tertinggi sesuai hasil integrasi nilai SKD dan SKB pada lowongan deretan jabatan dan ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

 

Lalu bagaimana cara peserta CPNS mengundurkan diri dapat menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri di portal SSCN?

1) Langkah yang mesti dijalankan penerima yaitu login ke akun SSCN 2019 melalui tautan https://sscndaftar.bkn.go.id/login dan mengisikan username (NIK) dan password akun yang telah dibuat ketika pendaftaran. Jika sudah berhasil login maka Peserta akan dihadapkan oleh pengumuman lulus atau tidak. Jika Peserta dinyatakan LULUS, maka akan muncul dropdown list untuk memilih apakah Peserta ingin melanjutkan ke pengisian DRH dan pemberkasan atau ingin mengundurkan diri.

 

2) Jika Peserta memilih “Tidak, Saya ingin mengundurkan diri”, maka akan timbul kolom unggah Surat Pengunduran diri dimana templatenya sudah ditawarkan dibawah tombol Unggah.

 

3) Jika pelamar memilih untuk mengundurkan diri dan sudah klik Unggah Surat Pengunduran Diri, maka akan muncul kotak peringatan mirip dibawah ini. Jika Peserta telah yakin, maka silahkan klik Iya. Jika masih ragu dapat klik Tidak, dan masih mampu mengubah opsi tanggapan di dropdown list sebelumnya.

 

4) Jika penerima mengklik ya, akan timbul ANDA SUDAH MENGUNDURKAN DIRI DARI SELEKSI CPNS maka Peserta sudah dinyatakan mengundurkan diri dan tidak dapat melaksanakan pergeseran kembali.

 

BKN akan melakukan proses penetapan NIP CPNS 2019 secara elektronik (paperless) lewat Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan aplikasi penunjang dokumen elektro (DOCUDigital) melalui https://docudigital.bkn.go.id. Penandatanganan pendapatteknis (Pertek) penetapan NIP pun akan dikerjakan secara digital (digital signature). Mekanisme pengusulan NIP dan lampiran dokumen pemberkasan dari peserta, telah disampaikan terhadap seluruh Instansi pembuka rekrutmen CPNS 2019 lewat Surat Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Nomor D 26-30/V 207-9/99 tanggal 23 Oktober 2020.

 

Demikian gosip wacana Petunjuk Teknis (Juknis) atau sistem mengajukan sanggahan bagi penerima tes CPNS yang tidak lulus SKB. Semoga ada manfaatnya



= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *