Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 Ihwal Patokan Dan Perangkat Akreditasi (Iasp 2020)

Posted on

Keputusan Mendikbud atau Kepmendikbud Nomor  KEPMENDIKBUD NOMOR 1005/P/2020 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI (IASP 2020)


Keputusan Mendikbud atau Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah (IASP 2020) berisi Naskah Resmi Instrumen Akreditasi Sekolah Dasar/MI SMP/MTS Sekolah Menengan Atas/MA/Sekolah Menengah kejuruan, SLB/SKH atau yang diketahui dengan IASP 2020. Jadi Bapak/Ibu yang ingin mengetahui Naskah Resmi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 atau IASP 2020 silahkan mendownload Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020.


Adapun usulanditerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah, adalah a) bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018 perihal Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, perlu memutuskan tolok ukur dan perangkat pengesahan; b) bahwa pelaksanaan legalisasi menurut kriteria dan perangkat pengukuhan mesti dikerjakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional;  c) bahwa dalam lampiran I, II, III, dan IV Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 241/P/2019 perihal Kriteria dan Perangkat Akreditasi telah tidak cocok dengan kebijakan legalisasi sehingga perlu dicabut;  d) bahwa standar dan perangkat pengukuhan SD Luar Biasa, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa digabung menjadi standar dan perangkat pengukuhan Sekolah Luar Biasa sehingga Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 394/P/2019 wacana Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa perlu dicabut;  e) bahwa menurut pendapatsebagaimana dimaksud dalam aksara a, karakter b, aksara c, dan aksara d perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah.


Keputusan Mendikbud atau Kepmendikbud Nomor  KEPMENDIKBUD NOMOR 1005/P/2020 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI (IASP 2020)



 

Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah (IASP 2020) berisi menyatakan KESATU : Menetapkan Kriteria dan Perangkat Akreditasi sebagaimana tercantum dalam:

a. Lampiran I ihwal Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;

b. Lampiran II tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;

c. Lampiran III tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;

d. Lampiran IV perihal Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan; dan

e. Lampiran V perihal Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Luar Biasa;  yang ialah bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

 

KEDUA : Kriteria dan Perangkat Akreditasi sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU merupakan instrumen yang digunakan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah untuk melaksanakan evaluasi kelayakan pengakuan pada Sekolah/Madrasah.


KETIGA : Panduan tata cara penilaian pengesahan dan anutan pelaksanaan pengakuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah.

 

KEEMPAT : Pada ketika Keputusan Menteri ini mulai berlaku:

a. ketentuan tentang patokan pengukuhan dan prangkat kareditasi:

1. sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah;

2. sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah;

3. sekolah menengah atas/madrasah aliyah; dan

4. sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan, dalam Lampiran Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 241/P/2019, dinyatakan tidak berlaku; dan

b. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 394/P/2019 wacana Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Dasar Luar Biasa, SMP Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

 

KELIMA : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Adapun Pemeringkatan Hasil Akreditasi Sekolah/madrasah menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah, adalah sebagai berikut:

1. Peringkat legalisasi A (Unggul) bila sekolah/madrasah memperoleh nilai tamat akreditasi sebesar 91 sampai dengan 100 (91< NA < 100).

2. Peringkat akreditasi B (Baik) jika sekolah/madrasah memperoleh nilai final pengakuan sebesar 81 hingga dengan 90 (81 < NA < 90).

3. Peringkat pengesahan C (Cukup) jikalau sekolah/madrasah menemukan nilai selesai legalisasi sebesar 71 sampai dengan 80 (71 < NA < 80).

4. Tidak Terakreditasi (TT) jikalau sekolah/madrasah menemukan nilai simpulan akreditasi di bawah 71.

 

Sebagaimana sudah banyak disosialisasikan, mulai Tahun 2020 BAN SM akan menggunakan Perangkat atau Instrumen Akreditasi yang gres yang diketahui dengan IASP 2020. Hal ini sebab Sistem pengukuhan sekolah/madrasah yang diberlakukan sampai Tahun 2019 belum bisa menggambarkan substansi kualitas satuan pendidikan yang bahu-membahu. Penilaian kelayakan sekolah/madrasah didasarkan pada aspek pemenuhan kriteria nasional pendidikan dan condong bersifat administratif, sehingga dari segi pemanfaatan hasil pengukuhan masih belum membuat puas. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) mulai tahun 2018 telah mulai mendesain perubahan metode pengukuhan, mulai dari tatanan pergeseran paradigma usang ke paradigma gres, dari paradigma berbasis compliance menjadi paradigma berbasis performa.

 

Kemudian, dengan paradigma baru tersebut sudah diturunkan menjadi instrumen pengukuhan baik yang berbasis compliance maupun instrument pengakuan yang berbasis performance. Instrumen tersebut diberi nama Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) Tahun 2020 disingkat IASP2020. Instrumen ini akan digunakan pada pilot-implementasi (pilot implementation) pada selesai Tahun 2020. Landasan pengembangan IASP2020 didasarkan pada landasan filosofis, sosiologis, dan kebijakan publik. Dalam landasan filosofis pengembangan IASP2020 diterangkan bahwa hakikat pendidikan sejatinya bermaksud untuk mewujudkan fungsi manusia sebagai hamba dan pemimpin di muka bumi, sehingga pendidikan harus dilakukan secara sadar dan berkala. Dalam pendidikan, insan secara aktif berbagi potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, langsung yang unggul dan tangguh, serta mempunyai budaya perjuangan, grit, jujur, berpikir kritis, inovatif, dan berdikari yang merefleksikan harkat dan martabatnya selaku makhluk Tuhan.

 

Kajian perihal landasan sosiologi pengembangan IASP-2020 meliputi tiga aspek kajian yang berkaitan: (1) pendidikan selaku instrument mewujudkan cita-cita dan nilai-nilai sosial penduduk , (2) fungsi dan peranan pendidikan dalam mendorong integrasi sosial, dan (3) sekolah/madrasah sebagai metode sosial yang memiliki arti sekolah/madrasah merupakan metode terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan.

 

Implikasi penting dari landasan sosiologis ialah bahwa sekolah/madrasah harus dapat mengemban cita-cita, misi, tujuan dan nilai-nilai sosial budaya penduduk yang berakar dan meningkat selaku nilai-nilai utama dalam penduduk . Karena itu, sekolah/madrasah yang bagus yaitu sekolah/madrasah yang mengemban dan mentransformasikan nilai-nilai sosial penduduk ke dalam visi, misi, tujuan dan strategi sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah yang bagus juga harus bisa menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum dan pembelajaran.

 

Adapun landasan kebijakan publik terkait pengembangan IASP2020 didasarkan pada beberapa regulasi yang berkaitan: (1) UU 20/2003 Pasal 60 Ayat 3: Akreditasi dikerjakan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka; (2) PP 19/2005 Pasal 86 Ayat 3: Akreditasi selaku bentuk akuntabilitas publik dijalankan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan memakai instrumen dan persyaratan yang mengacu terhadap Standar Nasional Pendidikan; dan (3) Permendikbud 13/2018 yakni peran BAN meliputi: (a) memutuskan kebijakan dan pengembangan system Akreditasi sesuai prinsip perbaikan kualitas berkesinambungan secara nasional; (b) merumuskan kriteria dan perangkat Akreditasi untuk diusulkan terhadap Menteri.

 

Saat ini telah diterbitkan Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah. IASP2020 selaku perangkat kebijakan publik, maka perangkat akreditasi baru mesti didesain dengan mengamati beberapa pendapatselaku berikut: (1) instrumen legalisasi tetap mesti mempunyai karakteristik sebagai instrumen diagnostik para tingkatan system sekolah/madrasah untuk menggali indikator-indikator dan atribut-atribut yang memberi informasi yang terang ihwal potensi sekolah/madrasah dalam mengadakan proses pembelajaran yang berkualitas; (2) lingkup info yang harus digali harus reasonable; (3) instrumen legalisasi harus meaningful dan discriminatory supaya mampu membedakan mana sekolah/madrasah yang melaksanakan hal-hal meaningful bagi proses pembelajaran dan mana yang belum; (4) instrumen mempunyai tingkat kesederhanaan optimal berisi indikator-indikator yang mampu mengungkap isu/attribute dengan leverage terbesar terhadap kualitas pembelajaran; (5) penyederhanaan metodologi pelaksanaan pengesahan sehingga proses legalisasi mampu dikerjakan secara lebih mudah, dengan waktu yang cukup pendek; dan (6) mekanisme pelaksanaan reakreditasi harus lebih praktis sehingga tidak membuang-buang sumber daya secara sia-sia.

 

Implementasi IASP2020 perlu didukung oleh perubahan metode dan manajemen pelaksanaan akreditasi. Sehubungan dengan itu, perlu dirumuskan perubahan Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018 ihwal Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal. Perubahan perlu dikerjakan dengan metode dan manajemen pelaksanaan akreditasi. Selain itu, perlu juga dirumuskan fatwa biasa pengakuan yang ialah kebijakan dari BAN-S/M.


Silahkan download Keputusan Mendikbud atau Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 Tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah (Dokumen Resmi IASP 2020) baik untuk Sekolah Dasar/MI Sekolah Menengah Pertama/MTS Sekolah Menengan Atas/MA Sekolah Menengah kejuruan SLB lewat link di bawah ini




 

Link download Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 atau Sekolah Dasar/MI SMP/MTS Sekolah Menengan Atas/MA SMK SLB 2020 (disini)


Link download Pedoman Akreditasi Tahun 2020 (disini)

 

Demikian berita tentang keputusan Mendikbud Kepmendikbud Nomor 1005/P/2020 atau SD/MI SMP/MTS SMA/MA Sekolah Menengah kejuruan SLB 2020. semoga ada keuntungannya, terima kasih.



= Baca Juga =


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *