Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 Perihal Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus

Posted on
 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus  KEPMENDIKBUD NOMOR 719/P/2020 TENTANG PELAKSANAAN KURIKULUM PADA SATUAN PENDIDIKAN DALAM KONDISI KHUSUS

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 719/P/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus, diterbitkan dengan pertimbangan: 1) bahwa implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus mengamati ketercapaian kompetensi peserta ajar pada satuan pendidikan dalam keadaan khusus; 2) bahwa satuan pendidikan dalam kondisi khusus mampu menggunakan kurikulum yang cocok dengan keperluan pembelajaran peserta asuh; 3) bahwa menurut pertimbangan tersebut perlu memutuskan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan wacana Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.
Diktum Kesatu Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus, menyatakan bahwa Satuan Pendidikan pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah yang berada pada daerah yang ditetapkan selaku tempat dalam Kondisi Khusus oleh Pemerintah Pusat atau Pemda dapat melakukan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi Peserta Didik.
Diktum Kedua Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus, menyatakan bahwa Pelaksanaan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran yang merupakan bab tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
Diktum Ketiga Kepmendikbud Nomor 719/P/2020, menyatakan bahwa dalam hal penetapan Kondisi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu dicabut oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah maka pelaksanaan Kurikulum pada Kondisi Khusus tetap dilanjutkan hingga dengan berakhirnya tahun pemikiran.
Diktum Ketiga Kepmendikbud Nomor 719/P/2020, memastikan bahwa Ketentuan pemenuhan beban kerja minimal 24 (dua puluh empat) jam tatap tampang dalam satu ahad dikecualikan bagi pendidik pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.
Salinan Lampiran Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 719/P/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus, yaitu selaku berikut.
A. Pengertian
1. Satuan Pendidikan yaitu kelompok layanan pendidikan yang mengadakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
2. Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan perihal tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dipakai sebagai ajaran penyelenggaraan acara pembelajaran untuk meraih tujuan pendidikan tertentu.
3. Pembelajaran yakni proses interaksi akseptor latih dengan pendidik dan sumber berguru pada suatu lingkungan mencar ilmu.
4. Asesmen yakni proses sistematis dalam pengumpulan, pengolahan, dan penggunaan data aspek kognitif dan non-kognitif untuk meningkatkan mutu mencar ilmu peserta bimbing.
5. Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilaksanakan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, keiemahan penerima latih, sehingga pembelajaran mampu dirancang sesuai dengan kompetensi dan keadaan akseptor bimbing.
6. Pendidikan Anak Usia Dini yang selanjutnya disingkat PAUD adalah sebuah upaya pembinaan yang ditujukan terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dijalankan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu kemajuan dan pertumbuhan jasmani dan rohani semoga anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
7. Pendidikan Dasar yakni jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal yang melandasi jenjang pendidikan menengah, yang diselenggarakan pada satuan pendidikan berbentuk SD dan Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta menjadi satu kesatuan kelanjutan pendidikan pada satuan pendidikan yang berbentuk SMP dan Madrasah Tsanawiyah, atau bentuk lain yang sederajat.
8. Pendidikan Menengah ialah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal yang merupakan lanjutan pendidikan dasar, berupa Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan atau bentuk lain yang sederajat
9. Peserta Didik yaitu anggota penduduk yang berupaya menyebarkan kesempatandiri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
10. Kondisi Khusus adalah sebuah keadaan bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau Pemda.
11. Pemerintah Pusat yaitu Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wapres dan menteri sebagaimana dimaksud dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
12. Pemerintah Daerah yaitu penyelenggara pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan peran pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam tata cara dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945.
B. Tujuan Pelaksanaan Kurikulum Pada Kondisi Khusus
Pelaksanaan Kurikulum pada Kondisi Khusus bertujuan untuk menunjukkan kelonggaran bagi Satuan Pendidikan untuk menentukan Kurikulum yang cocok dengan keperluan pembelajaran Peserta Didik.
C. Kurikulum pada Kondisi Khusus
1. Pelaksanaan Kurikulum harus mengamati:
a. usia dan tahap pertumbuhan Peserta Didik pada PAUD; dan
b. capaian kompetensi pada Kurikulum, kebermaknaan, dan kebermanfaatan pembelajaran untuk Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tergolong pada pendidikan khusus dan program pendidikan kesetaraan
2. .Satuan Pendidikan pada Kondisi Khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat:
a. tetap mengacu pada Kurikulum nasional yang selama ini dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan;
b. mengacu pada:
1) kurikulum nasional untuk PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang berbentuk sekolah menengah atas dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disederhanakan untuk Kondisi Khusus yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan; atau
2) kurikulum nasional untuk pendidikan menengah yang berupa sekolah menengah kejuruan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disederhanakan untuk Kondisi Khusus yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi.
c. melakukan penyederhanaan kurikulum secara berdikari.
3. Satuan Pendidikan dalam kondisi khusus tidak diwajibkan untuk menyelesaikan seluruh capaian kurikulum untuk peningkatan kelas atau kelulusan.
D. Pembelajaran
1. Pembelajaran dalam Kondisi Khusus tetap dilaksanakan menurut prinsip:
a. aktif adalah pembelajaran mendorong keterlibatan sarat Peserta Didik dalam kemajuan belajarnya, mempelajari bagaimana dirinya dapat belajar, merefleksikan pengalaman belajarnya, dan menanamkan acuan pikir bertumbuh;
b. hubungan sehat antar pihak yang terlibat yakni pembelajaran mendorong semua pihak yang terlibat untuk meletakkan pengharapan yang tinggi kepada pertumbuhan belajar Peserta Didik, membuat rasa kondusif, saling menghargai, percaya, dan peduli, terlepas dari keanekaragaman latar belakang Peserta Didik;
c. inklusif ialah pembelajaran yang bebas dari diskriminasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), tidak meninggalkan Peserta Didik manapun, tergolong Peserta Didik berkebutuhan khusus/penyandang disabilitas, serta memberikan pengembangan ruang untuk identitas, kesanggupan, minat, talenta, serta kebutuhan Peserta Didik;
d. keragaman budaya yaitu pembelajaran mencerminkan dan menyikapi keanekaragaman budaya Indonesia yang membuatnya selaku kekuatan untuk merefleksikan pengalaman kebhinekaan serta menghargai nilai dan budaya bangsa;
e. berorientasi sosial ialah mendorong Peserta Didik untuk memaknai dirinya selaku bab dari lingkungan serta melibatkan keluarga dan penduduk ;
f. berorientasi pada masa depan ialah pembelajaran mendorong Peserta Didik untuk mengeksplorasi gosip dan keperluan kala depan, keseimbangan ekologis, selaku warga dunia yang bertanggung jawab dan berdaya;
g. sesuai dengan kemampuan dan keperluan Peserta Didik ialah pembelajaran difokuskan pada tahapan dan kebutuhannya, berkonsentrasi pada penguasaan kompetensi, berpusat pada Peserta Didik untuk membangun akidah dan keberhargaan dirinya; dan
h. menyenangkan yakni pembelajaran mendorong Peserta Didik untuk senang mencar ilmu dan terus menumbuhkan rasa tertantang bagi dirinya, sehingga dapat memotivasi diri, aktif dan inovatif, serta bertanggung jawab pada komitmen yang dibuat bersama.
2. Pembelajaran diawali dengan Asesmen Diagnostik.
3. Peserta Didik yang perkembangan atau hasil belajarnya palingtertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara afirmatif.
4. Pembelajaran dalam Kondisi Khusus dilakukan secara kontekstual dan berarti dengan memakai berbagai seni manajemen yang tepat dengan kebutuhan dan keadaan Peserta Didik, Satuan Pendidikan, dan kawasan serta menyanggupi prinsip pembelajaran.
E. Asesmen
1. Asesmen dalam Kondisi Khusus tetap dilakukan menurut prinsip:
a. valid adalah Asesmen menghasilkan informasi yang otentik mengenai pencapaian Peserta Didik;
b. reliabel adalah Asesmen menciptakan info yang konsisten dan sanggup menerima amanah wacana pencapaian Peserta Didik;
c. adil adalah Asesmen yang dijalankan tidak merugikan Peserta Didik tertentu;
d. fleksibel yakni Asesmen yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Peserta Didik dan Satuan Pendidikan;
e. asli adalah Asesmen yang terfokus pada capaian belajar Peserta Didik dalam konteks solusi duduk perkara dalam kehidupan sehari-hari;
f. terintegrasi yakni Asesmen dikerjakan sebagai bab integral dari pembelajaran sehingga menghasilkan umpan balik yang berguna untuk memperbaiki proses dan hasil mencar ilmu Peserta Didik.
2. Hasil asesmen digunakan oleh pendidik, Peserta Didik, dan orang renta/wali sebagai umpan balik dalam perbaikan pembelajaran.
Link download
Demikian gosip perihal Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 719/P/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus. Semoga ada manfaatnya, terima kasih.

= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *