Surat Edaran Sesjen Kemendikbud Nomor 37 Tahun 2020 Wacana Akun Susukan Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Bimbing, Pendidik, Dan Tenaga Kependidikan

Posted on
 Tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik Surat Edaran Sesjen Kemendikbud Nomor 37 Tahun 2020 Tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan

Surat Edaran Sesjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 37 Tahun 2020 Tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Dalam rangka menjamin kelangsungan proses pembelajaran, membuat lebih mudah pendidik dan peserta bimbing mengakses layanan pembelajaran, dan menindaklanjuti Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2020 ihwal Petunjuk Teknis Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan untuk Akun Akses Layanan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menyediakan akun saluran layanan pembelajaran bagi akseptor bimbing, pendidik, dan tenaga kependidikan.

 

Isi Surat Edaran Sesjen (Sekjen) Kemendikbud – Kemdikbud Nomor 37 Tahun 2020, menyatakan sebagai berikut

1. Akun Akses Layanan Pembelajaran, yang selanjutnya disebut Akun Pembelajaran merupakan akun yang menampung nama akun (user ID) dan susukan masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta bimbing, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektro.

2. Akun Pembelajaran bermaksud untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan melalui penerapan teknologi gosip dan komunikasi, baik mencar ilmu dari rumah maupun pembelajaran secara tatap paras .

3. Akun Pembelajaran ditujukan bagi:

a. akseptor ajar, mencakup:

1) SD dan Program Paket A kelas 5 dan kelas 6 ;

2) Sekolah Menengah Pertama dan Program Paket B kelas 7 sampai dengan kelas 9;

3) Sekolah Menengan Atas dan Program Paket C kelas 10 sampai dengan kelas 12;

4) Sekolah Menengah kejuruan kelas 10 hingga dengan kelas 13;

5) SLB kelas 5 hingga dengan kelas 12 ;

b. pendidik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah;

c. tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, mencakup:

1) kepala satuan pendidikan; dan

2) operator satuan pendidikan, yang terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

4. Akun Pembelajaran dibentuk dalam bentuk akun Google dengan domain @berguru.id.

5. Akun Pembelajaran dibuat dalam bentuk akun Google dengan usulansebagai berikut:

a. pengguna Akun Pembelajaran otomatis menerima saluran ke layanan pendukung pembelajaran dalam G Suite for Education yang siap pakai dan telah banyak dipakai oleh publik;

b. pengerjaan dan penggunaan Akun Pembelajaran bebas biaya;

c. penggunaan layanan pendukung pembelajaran dalam G Suite for Education bebas biaya;

d. tata cara Google mampu mengelola puluhan juta akun sekaligus dengan keselamatan tingkat tinggi; dan

e. akun yang serupa mampu digunakan untuk mengakses layanan lain milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berbagai layanan pembelajaran yang lain di luar ekosistem Google.

6. Layanan pembelajaran berbasis elektro yang dapat diakses memakai Akun Pembelajaran, antara lain:

a. surat elektro;

b. penyimpanan dan pembagian dokumen secara elektronika;

c. pengelolaan manajemen pembelajaran secara elektronika;

d. penjadwalan proses pembelajaran secara elektronik; dan

e. pelaksanaan proses pembelajaran secara daring, baik secar asinkronus (dilaksanakan pada waktu yang berbarengan) maupun asinkronus (fleksibel dan tidak harus dalam waktu yang bersamaan). Terkait daftar layanan pembelajaran berbasis elektronik lain mampu diakses memakai Akun Pembelajaran pada laman www.belajar.id.

7. Keamanan Akun Pembelajaran dikelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjukkan santunan terhadap:

a. kerahasiaan data, informasi, dan/atau dokumen kegiatan Akun Pembelajaran; dan

b. kemungkinan terjadinya kelalaian dalam penggunaan dan/atau penyalahgunaan data, gosip, dan/atau dokumen aktivitas Akun Pembelajaran .

 

8. Penggunaan Akun Pembelajaran bersifat opsional . Dalam hal Akun Pembelajaran tidak diakses oleh akseptor didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sama sekali sampai dengan tanggal 30 Juni 2021 maka Akun Pembelajaran tersebut akan dinonaktifkan secara otomatis.

9. Pendistribusian Akun Pembelajaran dikerjakan dengan sistem sebagai berikut:

a. operator satuan pendidikan masuk ke laman pd.data.kemdikbud.go.id dengan memakai akun Dapodik yang telah dimiliki ;

b. sehabis masuk laman tersebut, operator satuan pendidikan memilih tombol “Unduh Akun” untuk mengunduh CSV yang berisi daftar nama akun (user ID) dan kanal masuk akun (password ) Akun Pembelajaran di satuan pendidikan yang bersangkutan; dan

c. operator satuan pendidikan mendistribusikan Akun Pembelajaran tersebut kepada setiap pengguna Akun Pembelajaran di satuan pendidikan yang bersangkutan.

 

Selanjutrnya Surat Edaran Sesjen (Sekjen) Kemendikbud – Kemdikbud Nomor 37 Tahun 2020, menyatakan wacana Cara Aktivasi Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik, Pendidik, Dan Tenaga Kependidikan, ialah sebagai berikut

 

10. Pengaktifan Akun Pembelajaran dilaksanakan dengan metode sebagai berikut:

a. masuk laman mail.google.com;

b. mengakses Akun Pembelajaran sesuai dengan nama akun (user ID) dan akses masuk akun ( password ) Akun Pembelajaran yang diterima;

c. menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran; dan

d. melakukan penggantian akses masuk akun ( password ) Akun Pembelajaran .

11. Pemerintah Daerah diperlukan menolong menyosialisasikan cara aktivasi Akun Pembelajaran ke peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

12. Pemda melalui Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dibutuhkan menugaskan 2 (dua ) orang pegawai untuk menjadi eksekutif Akun Pembelajaran di kawasan masing-masing. Administrator Akun Pembelajaran tersebut dapat melakukan proses pengawasan terhadap kegiatan pengguna Akun Pembelajaran dan memonitor tingkat penggunaan Akun Pembelajaran.

13. Pengajuan administrator Akun Pembelajaran dijalankan dengan metode selaku berikut :

a. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota menganjurkan 2 (dua ) orang pegawai kepada Pusdatin untuk menjadi administrator Akun Pembelajaran dengan melampirkan isu selaku berikut:

1) nama lengkap;

2) Nomor Induk Kependudukan (NIK); dan

3) alamat surat elektronik.

b. Pusdatin akan menawarkan nama akun (user ID) dan jalan masuk masuk akun (password) Akun Pembelajaran dalam bentuk CSV file ke alamat surat elektro . CSV file tersebut cuma dapat dibuka dengan cara memasukan NIK.

c. Administrator Akun Pembelajaran mengakses Akun Pembelajaran sesuai arahan yang disampaikan ke alamat surat elektronik.

14. Pemda dan pengguna Akun Pembelajaran yang memerlukan berita mengenai Akun Pembelajaran dapat mengakses laman www.belajar.id.

 

Link download Surat Edaran Sesjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 37 Tahun 2020 Tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik, Pendidik, Dan Tenaga Kependidikan (disini)

 

Link download Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2020 wacana Petunjuk Teknis Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan untuk Akun Akses Layanan Pembelajaran (disini)

 

Demikian informasi perihal Surat Edaran Sesjen Kemendikbud (Kemdikbud) Nomor 37 Tahun 2020 Tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Semoga ada keuntungannya, terima kasih.


= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *