Keputusan Bersama Ihwal Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Pedoman/Akademik 2020/2021

Posted on
 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran  KEPUTUSAN BERSAMA TENTANG PANDUAN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN TAHUN AJARAN/AKADEMIK 2020/2021

Keputusan Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru (2020/2021) Di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) disampaikan secara virtual melalui webinar, Senin tanggal 15 Juni 2020 yang mendatangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X dewan perwakilan rakyat RI.
Keputusan Bersama 4 (Empat) Kementerian ihwal Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru (2020/2021) di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) disusun dari hasil koordinasi dan sinergi antar kementerian ini bermaksud merencanakan satuan pendidikan ketika menjalani era kebiasaan baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di periode Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keamanan akseptor bimbing, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan penduduk .

Tahun anutan gres bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun aliran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Namun demikian, “Untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, tidak boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terperinci Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut.

Baca Juga !
Daftar 92 Nama Kabupaten/Kota Kategori Zona Hijau di Seluruh Indonesia yang Bebas Covid-19 (disini)


Terkait jumlah akseptor latih, sampai 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta asuh yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka mesti tetap Belajar dari Rumah. Adapun penerima bimbing yang ketika ini berada di zona hijau cuma berkisar 6 persen.

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap tampang bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan patokan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang mau melakukan pembelajaran tatap muka.
Persyaratan kedua, ialah jikalau pemerintah tempat atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan telah memenuhi semua daftar periksa dan siap melaksanakan pembelajaran tatap tampang. Keempat, orang renta/wali murid menyetujui putra/putrinya melaksanakan pembelajaran tatap tampang di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, penerima didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud.
Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat sesungguhnya mempersiapkan pembelajaran di tahun aliran dan tahun akademik gres. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya percaya kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud.

Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau

Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap wajah satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan penerima asuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap wajah adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, kemudian tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun mesti dikerjakan sesuai dengan tahapan waktu yang telah diputuskan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud.

Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau yakni:

·          Tahap I: Sekolah Menengan Atas, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B
·          Tahap II dijalankan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB
·          Tahap III dilaksanakan dua bulan sesudah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.
Adapun sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau harus melakukan Belajar dari Rumah serta dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap wajah selama era transisi (dua bulan pertama). Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap paras dilakukan secara sedikit demi sedikit pada era kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.
Selanjutnya untuk satuan pendidikan di zona hijau, kepala satuan pendidikan wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan. Kemendikbud akan menerbitkan berbagai bahan panduan mirip program khusus di TVRI, infografik, poster, buku saku, dan bahan lain tentang hal-hal yang perlu diperhatikan pada fase pembelajaran tatap muka di zona hijau.

Penggunaan BOS serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20/2020 wacana Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di abad kedaruratan Covid-19, dana mampu digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau penerima bimbing dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Selain itu, dana BOS serta BOP PAUD dan Kesetaraan dapat dipakai untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi bakteri, masker atau pendukung kebersihan dan kesehatan lainnya tergolong alat pengukur suhu badan tembak (thermogun).
Untuk pembayaran honor, dana BOS dapat dipakai mengeluarkan uang guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum menerima pemberian profesi dan sudah memenuhi beban mengajar tergolong mengajar dari rumah. Mengenai persentase penggunaannya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas.
Khusus BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat dipakai untuk mendukung biaya transportasi pendidik. Selain itu, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan dilonggarkan menjadi tanpa batas.
Adapun penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.


Sistem Pembelajaran di Lingkungan Perguruan Tinggi
Mengenai pola pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi pada Tahun Ajaran 2020/2021, Tahun Akademik Pendidikan Tinggi 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020 dan Tahun Akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan 2020/2021 dimulai pada September 2020.

Metode pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring. Namun, kalau tidak mampu dijalankan secara daring maka mata kuliah tersebut diarahkan untuk dilaksanakan di bagian tamat semester.

Selain itu, pemimpin sekolah tinggi tinggi pada semua zona cuma dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika menyanggupi protokol kesehatan dan kebijakan yang mau dikeluarkan direktur jenderal terkait. Kebijakan tersebut antara lain mencakup acara yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring seperti observasi di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi serta tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi serupa.


Demikian informasi wacana Keputusan Bersama Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021. Semoga ada keuntungannya, terima kasih.


= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *