Kumpulan Kisah Pesan Yang Tersirat (Ngabuburit)

Posted on
Kumpulan Hikmah

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN

Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwazi ulama terkenal di Makkah yang menceritakan riwayat ini.
Suatu ketika, setelah akhir menjalani salah satu ritual haji, beliau beristirahat dan tertidur.

Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka:
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat terhadap malaikat yang lain.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini menciptakan Abdullah gemetar.
“Apa?”
Ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini sudah tiba dari bagian bumi yang jauh, dengan kesusahan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua perjuangan mereka menjadi tidak berguna?”
Sambil gemetar, beliau melanjutkan mendengar kisah kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat ia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, beliau tidak eksklusif pulang ke rumah, tetapi pribadi menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana dia eksklusif mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.
Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota”
Jawab salah seorang sol sepatu sambil menawarkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “Bapak yakni ulama populer, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana dia memulai pertanyaanya, kesannya dia pun menceritakan wacana mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak menerima pahala haji mabrur?”
“Wah aku sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.”
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita:
“Setiap tahun, setiap isu terkini haji, aku selalu mendengar: Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika laa syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka.
Setiap kali aku mendengar itu, saya selalu menangis..
Ya allah aku rindu Mekah.
Ya Allah saya rindu melihat Kabah.
Ijinkan aku tiba…..
Ijinkan saya tiba ya Allah..
Oleh alasannya itu, sejak puluhan tahun yang lalu saban hari aku menyisakan duit dari hasil kerja saya, selaku tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.”
“Saya telah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji” tanya Abdullah bin Mubarak.
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri aku hamil, dan sering ngidam. Waktu aku hendak berangkat ketika itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bacin masakan yang nikmat ini?”
“Ya sayang”
“Cobalah kamu cari, siapa yang matang sehingga baunya lezat begini. Mintalah sedikit untukku”
Sayapun mencari sumber bau kuliner itu. Ternyata berasal dari gubuk yang nyaris runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang dia masak, walaupun sedikit.
Janda itu diam saja memandang aku, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan dia menyampaikan:
“Tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya aku tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk ia, tetapi haram untuk aku, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk diolah. Bagi kami daging ini ialah halal, alasannya andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.
Saya ceritakan peristiwa itu pada istriku, diapun menangis, kami jadinya mengolah masakan kuliner dan mengunjungi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun aku berikan pada mereka.
“Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.


SUBHANALLAH……., DZIKIR TERNYATA MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB
Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S. dari RS S Sunter – Jakarta (Alumni SMAN… Malang & S1-FK…), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia memperlihatkan melalui riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.

Pasien yg mengalami dilema alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid “Laa iIlaaha illallah ” serta kalimat istighfar “Astaghfirullah”.
Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan “Laa iIlaaha illallah” serta “Astaghfirullah” bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada abjad JAHR yg mampu mengeluarkan CO2 dari otak.
Dalam kalimat “Laa Ilaaha Illallah” ada karakter Jahr yg diulang tujuh kali, yaitu huruf “Lam”, serta “Astaghfirulloh” ada karakter “Ghayn”, ” Ra”, serta dua buah “Lam” hingga ada 4 karakter Jahr yg harus dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida kian banyak waktu udara dihembuskan keluar verbal.
CO2 yg dikeluarkan oleh tubuh tak mengganti perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga semrawut hingga menimbulkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih ketika kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.
Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yg dekat pada pelafadzan karakter (Makharij Al-abjad) pd bacaan dzikir dgn fatwa darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida) & system yg rumit didalam otak pd kondisi fisik atau psikis Istimewa.

Nah sahabatku.. mari membiasakan & memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” & kalimat istighfar “Astaghfirulloh”.


HIKMAH DARI BANJIR
Ada seorang nenek yang begitu yakin sama Tuhan…
Nenek ini senantiasa ingat firman Tuhan yang menyampaikan : Percayalah Aku akan menyelamatkanmu …
Suatu ketika rumah si nenek kebanjiran…
Ketika airnya masih setinggi 1 meter, Ketua RT tiba dan mengajaknya untuk mengungsi, tapi si nenek menolak dan berkata…. Tuhan akan menyelamatkanku.
Lalu Pak RT pergi mengungsi…
Air terus naik dan si nenek mulai naik ke lantai 2 rumahnya.
Tak usang tiba tetangganya yang kebetulan lewat akan mengungsi dan mengajaknya pergi, tetapi si nenek menolak dan tetap berkata: Tuhan akan menyelamatkanku.
Air terus semakin tinggi, jadinya si nenek naik keatap rumahnya dan tak usang rumahnya mulai tenggelam, lalu Tim SAR datang untuk menyelamatkannya dan mengajaknya pergi ke kawasan pengungsian, namun dia tetap menolak.
Akhirnya si nenek tenggelam bareng rumahnya dan meninggal.
Di pintu nirwana saat bertemu malaikat si nenek protes dan berkata ” kenapa Tuhan membiarkanku mati tenggelam ?? Bukankah Tuhan akan menyelamatkanku??”
Apa tanggapan malaikat ?? Tuhan telah berupaya menyelamatkanmu, tapi kau berkali-kali menolaknya
Kau pikir Ketua RT, tetanggamu dan Tim SAR yang datang untuk menyelamatkanmu itu siapa yang memerintahkan ??
Tuhan yang menyuruhnya, dengan perantaraan merekalah akan menyelamatkanmu!..
Si nenek gres sadar, kalaupun Tuhan akan menyelamatkannya bukan memiliki arti Tuhan sendiri yang mendatanginya, tetapi lewat orang lain.
Begitulah dengan kondisi kita saat ini, kita yakin pada Tuhan, tetapi Pemerintah dan Tim Medis yang sudah menciptakan pengumuman dan himbauan yakni perpanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan kita semua.
Mari kita turuti dan patuhi, sebab itulah yang terbaik yang bisa kita kerjakan saat ini…
Terimakasih, agar bermanfaat dan kita semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Aamiiin

DIBALIK HIKMAH UMROH Di Masjidil Haram, sesudah menyelesaikan Tawaf, aku segera menepi mencari daerah strategis yang berhadapan pribadi dengan Multazam untuk berdoa…Saya menemukan tempat yang kebetulan lowong di hadapan Ka’bah. Lalu aku bersimpuh dan memanjatkan do’a sambil menanti waktu subuh menjelang.Saat itulah saya melihat seorang laki-laki hitam legam dari benua Afrika tiba dan pribadi mengambil daerah di samping kanan.Terlintas dalam hati,… “Dengan serpihan perawakan dan tampang mirip ini, lelaki kulit hitam ini pasti orang kasar yang tidak berpendidikan”.Lalu sebagaimana kebiasaan di masjid dikala duduk bersebelahan dalam satu jama’ah, saya menyalaminya.
Tiba-datang ia bertanya dengan bahasa Inggris yang cantik sekali wacana asal saya. “Saya dari Nigeria, kau dari mana?” Saya bilang, aku berasal dari Indonesia.
“Kenapa orang indonesia suka sekali berupaya mencium watu Hajar Aswad”?, tanyanya mengawali percakapan.“Mungkin alasannya cinta. Kabah adalah rumah Tuhan, dan Hajar Aswad ialah kerikil yang pernah dicium Rasulullah. Maka mencium Hajar Aswad yaitu refleksi cinta orang Indonesia terhadap Tuhan dan Rasulnya”, jawab saya sekenanya.
“Apakah orang Indonesia juga berperilaku laku mirip itu kepada cinta Allah SWT yang dianugerahkan terhadap mereka?”, katanya. “Maksud anda, cinta Allah SWT seperti apa yang dianugerahkan terhadap kami?”, jawab saya dengan galau.Lalu laki-laki hitam itu menjawab, “Jika Allah Taala menganugerahkan kalian istri, bawah umur dan orang tua yang masih hidup, itulah wujud cinta Allah terhadap kalian.”“Pertanyaan saya”, katanya“Apakah orang-orang Indonesia, berupaya dengan keras dan gigih mencurahkan kasih sayang kepada anak, istri dan orang tua mereka yang masih hidup yang diamanahkan Allah Taala sebagaimana mereka berusaha mencium Hajar Aswad ?”, katanya.“Jika kepada watu saja refleksi cinta kalian begitu dahsyat, lebih lagi terhadap makhluk Allah yang telah diamanahkan kepada kalian”… tegasnya lagi.Saya tercekat, hilang akal dan tak mampu berkata lagi…Apalagi dikala ia bercerita bahwa ia menyelesaikan PhD-nya di AS namun memilih pulang membesarkan anak-anaknya yang 6 orang biar mampu menjadi Muslim yang bagus…Maka hancurlah semua persangkaan saya kepada orang ini. ALLAH membayarnya langsung, tunai dikala itu juga.Setelah shalat Subuh, sebelum berpisah beliau memberi anjuran yang hingga dikala ini masih teringat di kepala aku…Keberhasilan Haji atau Umroh Kita, Mabrur atau Tidaknya……….
 “Dinilai Bukan Pada Saat Kita Menyelesaikan Ritual-Ritual Haji/Umroh, Seperti “Tawaf” atau bahkan  Mencium “Hajar Aswad”, Namun…, Dinilai Pada Saat Kita Kembali Ke Keluarga dan Lingkungan.Apakah kita mampu menunaikan amanah-amanah, anugerah-anugerah, lasih sayang Allah Taala terhadap kita,… dengan tekun, bekerja keras, mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang kita cintai, pekerjaan dan masyarakat.” Saya genggam tangannya, saya memeluknya dan memberikan terima kasih😭Saat dia pergi diantara kerumunan orang, aku paham, inilah cara Allah Taala menegur aku,… dan menyampaikan makna mencium Hajar Aswad.Oleh alasannya itu mari kita bareng mencar ilmu untuk mengakibatkan orang renta kita, istri, anak-anak, kerabat-saudara serta teman dll selaku ladang amal Ibadah kita… Dan bukan merupakan sumber berita atau ladang dosa2 kita…Allah SWT Berfirman dalam  QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36 yang artinya “Dan Sembahlah Allah dan janganlah kau mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan Berbuat Baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga erat dan tetangga jauh, sahabat sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu Miliki. Sungguh, Allah tidak menggemari orang yang arogan dan membanggakan diri,”

HARGA
Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, dia memandang ikan arwana merah dengan kagum..
Tak sadar Kyainya telah berada di belakangnya.. “Kamu tahu berapa harga ikan itu?”. Tanya sang Kyai..
.”Tidak tahu”. Jawab si Santri..
.”Coba tawarkan terhadap tetangga sebelah!!”. Perintah sang Kyai.
Ia memfoto ikan itu dan menunjukkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .
“Ditawar berapa nak?” tanya sang Kyai. .
“50.000 Rupiah Kyai”. Jawab si Santri mantap..
.”Coba tawarkan ke toko ikan hias!!”. Perintah sang Kyai lagi..
“Baiklah Kyai”. Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias..
“Berapa beliau menawar ikan itu?”. Tanya sang kyai..
“800.000 Rupiah Kyai”. Jawab si santri dengan gembira, beliau menduga sang Kyai akan melepas ikan itu..
“Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini selaku bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba”. Perintah sang Kyai lagi..
.”Baik Kyai”. Jawab si Santri. Kemudian dia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah final, dia pulang menghadap sang guru.
“Berapa ia menawar ikannya?”.
.”50 juta Rupiah Kyai”.
Ia terkejut sendiri melihat harga satu ikan  yang bisa berbed-beda..
“Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar dikala kau berada di lingkungan yang sempurna..”.
“Oleh karena itu, jangan pernah kau tinggal di tempat yang salah kemudian marah sebab tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kau itulah yang hendak selalu menghargaimu..”.

DISINFEKTAN GRATISSadarkah anda, Hujan selaku disinfektan gratis yg mengagumkan?Ia mengalir vertikal dari langit ke tanah dengan membawa siraman tetesan air berlimpah, mengenai permukaan apa saja yang ditemuinya kemudian menyeret partikel apa saja yang menempel di permukaan itu tergolong droplet virus.Diseretnya mengalir menjauh ke permukaan yang lebih rendah dan masuk ke dalam tanah.Hujan adalah jawaban Tuhan atas doa-doa kita yang kekurangan disinfektan untuk membersihkan lingkungan dari virus corona.QS al-Furqan 48 dan al-Anfaal 11, hujan disebut sebagai al-ma’ ath-thahur, air yang suci, bersih, mensucikan, membersihkan. Ilmuwan oke hujan adalah hasil penyulingan di langit sehingga menjadi pembersih dan pembasmi kotoran terbaik yang bisa mensterilkan bumi yang terkontaminasi.
Semoga hujannya menghanyutkan semua virus….Aamiin yaa robbal aa’lamiin…

SIFAT  TAWADHU..HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG MUSLIM
Di tengah perjalanan malamnya, Abu Yazid al-Bisthami bertemu dengan seekor anjing.
Dengan gesit, diangkatlah gamisnya, dengan maksud semoga tidak terkena najisnya.
Spontan anjing tersebut berhenti dan memandang Abu Yazid.
Atas kuasa Allah, Abu Yazid mendengar anjing tersebut bicara, kepadanya:
“Wahai Yazid, tubuhku ini kering, tidak akan mengakibatkan najis kepadamu.
Jika pun terkena najisku, engkau tinggal membasuhnya 7x, dengan air dan tanah. Maka najisku akan hilang, tetapi bila engkau angkat gamismu, alasannya berbaju insan yg merasa lebih mulia dan menganggap aku hina, maka najis di dalam hatimu, tidak akan bisa terhapus, meskipun kau bersihkan dengan air dari 7 samudra”.
Abu Yazid terkejut mendengar perkataan anjing tersebut.
Dia menunduk malu, dan segera meminta maaf terhadap si anjing.
Diajaknya anjing tersebut bersahabat dan mengikuti perjalanannya, tetapi anjing itu menolak.
Kemudian anjing itu berkata:
“Engkau mustahil dekat dan berjalan denganku Wahai Yazid, alasannya adalah orang” yang memuliakanmu akan mencemooh kamu dan melempariku dengan batu…
Aku juga tidak tahu mengapa mereka menilai aku hina, padahal aku telah berserah diri terhadap Penciptaku atas wujud ini.
Lihatlah…
Tidak ada yang aku bawa, bahkan sepotong tulang selaku bekalku saja tidak.
Sementara engkau masih menjinjing bekal sekantong gandum”
Kemudian anjing tersebut berlalu..
Dari jauh Abu Yazid memandangi anjing tersebut yg berjalan meninggalkannya.
Tidak terasa air mata Abu Yazid menetes, dan beliau berkata dalam hati:
“Ya Rabb, untuk berjalan dng seekor anjing ciptaan-Mu saja aku merasa tidak pantas,
Bagaimana aku mampu patut berjalan dengan-Mu?
Ampunilah aku, sucikanlah najis di dalam kalbuku ini…”.
Masyā Allāh…
▪Jangan pernah MERASA LEBIH MULIA dibandingkan dengan seluruh ciptaan Allah.
▪ Jangan pula merasa lebih baik, lebih terhomat dibandingkan dengan orang lain, alasannya Allah melihat kalbumu bukan tampilan fisik dan lahirmu.
▪ Kebaikan hati tidak perlu diungkapkan, Allah Maha Mengetahui ketulusan dan keikhlasan kita.
▪ Tawadu di dalam kepercayaan dan budbahasa. Bening hati dengan dzikrullah & qiyamul lail.

Semoga Allah SWT mengakibatkan kalbu kita bening dan bersih dari segala kotoran, penyakit lahir dan batin, sehingga tak mausetitik pun menganggap, mencela dan membuli orang lain, siapa saja beliau…sehingga ilmu yg di sampaikan menjadi berkah dan faedah.



NILAI DUIT………….
– Duit … tidak dibawa mati namun tidak ada uang rasanya ingin mati.– Duit … tidak mampu membeli kasih sayang tapi kasih sayang mampu terbang kalau tidak ada duit.– Duit … tak bisa beli tidur tetapi tidak ada duit tidur pun tidak nyenyak.– Duit … tak mampu beli kesehatan namun untuk sehat diharapkan uang.
– Duit … tak bisa beli ilmu tetapi utk dapatkan ilmu diharapkan uang.
– Duit … Orang ndeso nampak pandai jikalau ada duit tapi orang berakal nampak kolot jika tak ada duit.– Duit … bukan semuanya tetapi semuanya perlu duit.

D – don’t.U – use. I – intelligence.T – the wrong way.
Kata orang-orang bijak berilmu, jika :                                              1. Ingin senang.-  Sholat awal waktu2. Ingin sehat.-  Berpuasalah3. Ingin dipermudahkan problem.- Bacalah Al-Qur’an4. Ingin muka berseri.-  Jaga Sholat Tahjud5. Ingin kaya.-  Sholat Qobliyah Fajar dan Dhuha6. Dihimpit masalah.- Beristghfarlah7. Berdukacita.-  Berdoalah8. Ingin keberkahan hidup.- Bersholawatlah.

DUIT yang sesungghunya ialah
D – DOAU – USAHA I – ISTIQAMAHT – TAWAKALMari  mempratekkannya, Insya Allah berkah.

Ya Allah, supaya kami mampu mempergunakan muda sebelum renta, sehat sebelum  sakit, kaya sebelum miskin, sempat sebelum sibuk, hidup sebelum mati, semaksimal mungkin untuk beribadah !
Ya Allah, biar kami mampu bersyukur atas lezat sehat dan sempat, memanfaatkannya untuk kegiatan aktual, produktif, serta untuk kelancaran ibadah ! Bukan alasannya sedikitnya nikmat, namun karena sedikitnya syukur, hingga menyebabkan lezat pun tidak terlihat.
Yang pasti kalau bersyukur akan membuat bertambahnya nikmat. Ya Allah, golongkanlah kami pada orang-orang yang jago bersyukur !
Ya Allah, berilah kami jalan keluar atau solusi terbaik dari setiap urusan, ” Waj’alanaa min amrii farojan wamakhrojan !’
Ya Allah, supaya kami mampu memperbaharui keimanan dengan  memperbanyak ucapan kalimat “LAA ILAAHA ILLALLAAH.!”*_(HR Ahmad & Thabrani) !
Rodhina billahi robban wabil islaami diinan wabimuhammadin saw rosuulan, naudzubillahi minsyuil fitani ! (rowahu Bukhori) …. Ya Allah, kami berlindung dari jeleknya fitnah !
“Robbanaghfirlanaa dzunuubanaa, waisrofanaa fii amrinaa….!” (QS Al Imron : 147) Ya Allah, ampunilah dosa kami dan berlebihannya kami dalam setiap masalah kami !
Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan, waanta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan ! (rowahu Ibnu Suni) Ya Allah, tidak ada akomodasi kecuali Engkau buat jadi gampang, dengan kekuasaan-Mu sesuatu yang sulit jadi gampang. Mudahkanlah dalam segala masalah kami !


MEMAKNAI SUNNAH

Kalau kita ditanya apa arti Sunnah, niscaya jawabannya “kalau dikerjakan dpt pahala dan bila tdk dilaksanakan tdk apa².”
Pdhl jika kita melakukan Shalat Sunnah Rawatib 12 raka’at, Allah prospektif rumah di Surga. Bayangkan bila kita mengerjakannya setiap hari..
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Kalau kita Shalat Sunnah Fajar, pahalanya lbh baik dari dunia dan seisinya..
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Seseorg yg Shalat Tahajjud, Allah mdhkan urusannya, doa²nya terkabul dan Allah angkat derajatnya ke kawasan yg terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sbg org yg berdzikir kpd Allah.
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Kalau kita Shalat Dluha 2 rakaat, itu sdh memadai sedekah 360 persendian dan Allah jamin rezekinya. Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Seseorang yg Shalat ke Masjid, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai beliau masuk Masjid. Apabila ia di dlm Masjid, akan dianggap menjalankan Shalat selama menanti hingga Shalat dilakukan, dan Malaikat terus mendoakannya.
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Saudaraku yg dirahmati Allah SWT
Utk persoalan Sunnah, sebaiknya mulai dikala ini di mindset kita bkn lagi “jika di kerjakan dpt pahala, dan bila tdk di lakukan tdk apa²”, tapi diganti menjadi “kalau di lakukan akan “DAPAT UNTUNG BESAR”, dan bila tdk di lakukan akan “RUGI BESAR”.
Kata² “ah, itu cuma Sunnah” adalah bisikan dari SETAN yg terus dihembuskan biar kita tdk melaksanakan amalan² tsb. Seharusnya saat inilah waktunya kita ber lomba² utk menjadi bertaqwa, mumpung msh di dunia, krn “org yg beriman blm tentu bertaqwa akan namun org yg bertaqwa sdh pasti dia beriman”.
Jangan lupa,  KEMATIAN terus bergerak secara konsisten kpd kita dgn kecepatan 60 detik/menit tanpa pernah berhenti utk beristirahat.
Ya betul… Kecepatan kita kembali kpd Allah SWT adalah 3600 detik / jam,  sesuai dgn firman-Nya :  “Iqtaraba linnasi hisabuhum wahum fii ghoflatim mu’ridluun …”
Telah akrab kpd insan hari menghisap segala amalan mereka, sdg mereka berada dlm kelalaian lagi berpaling (dari pada-Nya) – ( QS Al Anbiyaa :  1)
Smg kita senantiasa dijaga Allah SWT dan dijauhkan dari kelalaian dan berpaling dari-Nya… Aamiin
Selamat bertafakur, smga Allah SWT senantiasa melimpahkan kebahagiaan dan keberkahan kpd kita. Aamiin….

Mari kita saling mengingatkan dlm hal kebaikan dgn sarat kebenaran dan ketabahan .

12 KEAJAIBAN SHOLAT TAHAJUD
1. Shalat Tahajud selaku tiket masuk surgaAbdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw ketika itu yaitu, “Hai sekalian insan! Sebarkanlah salam, bagikanlah masakan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, pasti kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang membantu di darul bakaAllah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman nirwana dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan terhadap mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka ialah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di tamat malam mereka memohon ampun terhadap Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)Ayat di atas menawarkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sungguh lezat di akhirat kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmaniSalman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, alasannya sesungguhnya shalat malam itu ialah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam mampu) mendekatkan kau kepada tuhanmu, (shalat malam yaitu) selaku penebus tindakan jelek, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang badan.” (HR. Ahmad)
4. Sarana menjangkau kemuliaanRasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, alasannya adalah engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, alasannya engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan menerima akhirnya, ketahuilah bahwa bahwasanya kemuliaan seorang muslim yaitu shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)
5. Jalan menerima rahmat AllahAbu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati pria yang berdiri malam, kemudian melakukan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di parasnya. Juga, merahmati perempuan yang bangkit malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di parasnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permintaanAllah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan nrimo. Rasulullah Saw Bersabda,“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu ketika yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan darul baka, niscaya Allah memberinya, Itu berjalan setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahanDari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, alasannya itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat daerah yang terpujiAllah berfirman,“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu selaku suatu ibadah embel-embel bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kau ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setanDiriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kau tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, bila di shalat akan terbukalah ikatan seluruhnya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jikalau tidak maka ia akan malas dan kekusutan jiwa.”
10. Waktu utama untuk berdoaAmru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku mengajukan pertanyaan terhadap Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau harapkan, bahwasanya shalat waktu tersebut yaitu maktubah masyudah (waktu yang kalau bermunajat maka Allah menyaksikannya dan jika berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
12. Penjaga kesehatan rohaniAllah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan senantiasa memiliki sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang ialah refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di penduduk .Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan jika orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang bagus. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan bangkit untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang niscaya shalat tahajud ialah shalat yang elok sebagai ibadah pelengkap bagi kita.Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat“Jika matahari sudah terbenam, saya bangga dengan hadirnya malam dan insan tidur alasannya inilah saat cuma ada Allah dan saya.”MASYA ALLAHMaka ubahlah kebiasaan kita jikalau pengen rezeki kita lancar, jodoh kita lancar, perjuangan kita tanpa gangguan, dam semua apa yang kita inginkan tercapai, maka tahajudlah. Semoga kita kian semangat shalat tahajud, dan mudah-mudahan segala doa dan hajat kita secepatnya dikabulkan oleh Allah melalui mediator tahajud ini. AamiinMarilah kita berdoa, bermunajat terhadap Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Ya Allah,Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu supaya kami senantiasa bersahabat terhadap-Mu hingga maut.Aamiin ya Rabbal’alamin.




SUMUR USMAN / THE WELL OF USMAN
Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu diketahui dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) alasannya adalah dimiliki seorang Yahudi berjulukan Ruma.
Sang Yahudi memasarkan air terhadap penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk berbelanja airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi mengoptimalkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa mesti tetap membelinya. Karena cuma sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: “Kalau ada yang mampu membeli sumur ini, *karenanya adalah Surga”.
Seorang Sahabat Nabi berjulukan Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini yaitu usahanya dan dia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan cuma pebisnis sukses yang kaya raya, namun beliau juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: “Aku akan berbelanja setengah dari sumurmu dengan harga yang layak, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”.
Melalui negosiasi yang sangat ketat, hasilnya sang Yahudi mau memasarkan sumurnya senilai 1 juta Dirham dan menunjukkan hak penjualan 50% terhadap Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya menciptakan sang Yahudi merasa keki.
Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua masyarakatMadinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak butuhlagi berbelanja air dari Ruma sang Yahudi.
Merasa kalah, sang Yahudi alhasil menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.
Tentu saja Usman mesti mengeluarkan uang lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya. Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut diketahui dengan nama *”Sumur Usman”,*atau *”The Well of Usman.” Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi hingga hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.
Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada suatu rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menciptakan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).
Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Karena visinya terlalu dangkal. Ia cuma hidup untuk periode sekarang, masa dia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan yaitu jauh kedepan. Ia berkorban untuk membantu insan lain yang memerlukan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:
“Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan”. Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat insan telah mati.

Inilah cara mengembangkan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat. Bukan dengan “memusuhi” Yahudi, namun “mengalahkan” dengan perundingan dan cara yang terhormat.


DIANTARA KEUTAMAAN HARI JUM’AT
Dari Salman radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
لا يغتسل  رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم  الإمام إلا غفر له ما  بينه وبين الجمعة الأخرى
”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, lalu beliau keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), lalu dia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah,  melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.”(HR Bukhari)

Malam ni malam JumaatMalam yang penuh berkatJangan cuma fikir hal syahwatBerbanyaklah baca selawat
Malam ni malam JumaatBanyak sangat masalah sunatKutiplah beliau dengan semangatNgaji zikir tazkirah dan bertaubat
Malam ni malam JumaatAlam dijadikan dengan rahmatDunia dihancur dengan kiamatHendaklah kita selalu beringat
Malam ni malam JumaatTafakur di sejadah baca munajatMohon ampun segala khianatMasa berdosa senantiasa tak ingat
Malam ni malam JumaatAlam kubur hendaklah diingatDisana jarang orang yang selamatKerana hidup dalam gelap gelemat
Malam ni malam JumaatBaca selawat beroleh syafaatSemoga hidup dapat berkatDan mati pula dalam rahmat
Malam ni malam JumaatBasahi mata dengan air yang hangatMenangis dan merintih dalam munajatSemoga segala dosa diangkat
Wahai Allah yang bersifat kamalatAmpuni dosa hambaMu ini yang jahat
Terangi hati ku yang gelap gelematDengan kasihMu beserta rahmat



PAHALA PUASA UNTUK ALLAH

Ingatlah puasa itu mempunyai keistimewaan dibanding amalan lainnya. Amalan yang lain akan kembali untuk insan ialah dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan sampai lebih dari itu. Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Allah khususkan untuk diri-Nya. Sehingga pahala puasa pun bisa tak terhingga pahalanya. 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ 

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut yaitu untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan beliau sudah meninggalkan syahwat dan kuliner karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan menerima dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika beliau berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bacin mulut orang yang berpuasa lebih harum di segi Allah ketimbang bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151). 
Pahala Puasa yang Tak Terhingga
Setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Kemudian dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Oleh sebab itu, amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ada batas-batas bilangan. 
Kenapa mampu demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –agar Allah merahmati ia- menyampaikan, ”Karena orang yang menjalani puasa berarti menjalani kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah Ta’ala berfirman, 


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya cuma orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10) 
Sabar itu ada tiga macam adalah:
1. tabah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah
2. tabah dalam meninggalkan yang haram dan 
3. sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. 
Ketiga macam bentuk tabah ini, semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa pastinya di dalamnya ada bentuk melaksanakan ketaatan. Di dalamnya ada pula menjauhi hal-hal yang diharamkan. Begitu juga dalam puasa seseorang berupaya bersabar dari hal-hal yang menyakitkan mirip menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa menjangkau pahala tak terhingga sebagaimana tabah. 
Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Dalam riwayat lain dibilang bahwa Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia ialah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa yaitu untuk-Ku”. Riwayat ini memperlihatkan bahwa setiap amalan insan yakni untuknya. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya. 
Kenapa Allah mampu menyandarkan amalan puasa untuk-Nya? 
Pertama sebab di dalam puasa, seseorang meninggalkan banyak sekali kesenangan dan aneka macam syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram, memang ada perintah meninggalkan jima’ (berafiliasi tubuh dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum-haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu pula dengan ibadah shalat. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun itu terjadi dalam waktu yang singkat. Bahkan dikala hendak shalat, jika masakan telah disuguhkan dan kita merasa butuh pada masakan tersebut, kita disarankan untuk memakan makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi mirip itu. 
Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan berbagai macam syahwat yang tidak kita temui pada amalan yang lain. Jika seseorang sudah melakukan ini semua –mirip meninggalkan kekerabatan badan dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa-, dan beliau meninggalkan itu semua karena Allah, padahal tidak ada yang memperhatikan apa yang beliau lakukan tersebut selain Allah, maka ini menunjukkan benarnya iman orang yang melaksanakan semacam ini. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu Rajab, “Inilah yang menunjukkan benarnya kepercayaan orang tersebut.” Orang yang melaksanakan puasa mirip itu selalu menyadari bahwa dia berada dalam pengawasan Allah meskipun dia berada sendirian. Dia telah mengharamkan melaksanakan banyak sekali macam syahwat yang beliau senangi. Dia lebih suka mentaati Rabbnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya alasannya takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Sebagian salaf menyampaikan, “Beruntunglah orang yang meninggalkan syahwat yang ada di hadapannya alasannya adalah mengharap akad Rabbnya yang tidak nampak di hadapannya”. Oleh sebab itu, Allah membalas orang yang melaksanakan puasa mirip ini dan Dia pun mengkhususkan amalan puasa tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan yang lain. 
Kedua puasa yaitu belakang layar antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang cuma Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan banyak sekali syahwat. Oleh alasannya adalah itu, Imam Ahmad dan selainnya mengatakan, “Dalam puasa sukar sekali terdapat riya’ (ingin dilihat/dipuji orang lain).” Dari dua alasan inilah, Allah menyandarkan amalan puasa pada-Nya berbeda dengan amalan yang lain. 
Dua Kebahagiaan yang Diraih …
Dalam hadits di atas dikatakan, “Bagi orang yang berpuasa akan menerima dua kebahagiaan yakni kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan dikala bertemudengan Rabbnya.” 
Kebahagiaan pertama adalah saat seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin menerima hiburan dari hal-hal yang ia rasakan tidak menggembirakan dikala berpuasa, yaitu jiwa sangat bahagia menjumpai masakan, minuman dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang dari aneka macam macam syahwat dikala berpuasa, beliau akan merasa bahagia kalau hal tersebut diperbolehkan lagi. 
Kebahagiaan kedua yakni saat seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yakni beliau akan temui pahala amalan puasa yang ia lakukan tersimpan di segi Allah. Itulah ganjaran besar yang sungguh dia perlukan. 
* Bau Mulut Orang yang Berpuasabr/> Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits di atas, “Sungguh bau lisan orang yang berpuasa lebih harum di segi Allah daripada amis minyak kasturi.” 

Seperti kita tahu bareng bahwa anyir mulut orang yang berpuasa terlebih di siang hari sungguh tidak mengenakkan. Namun anyir ekspresi mirip ini ialah busuk yang menyenangkan di segi Allah sebab anyir ini dihasilkan dari amalan ketaatan dank arena mengharap ridho Allah. Sebagaimana pula darah orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti, warnanya yaitu warna darah, namun baunya yakni amis minyak kasturi. 
Harumnya bau ekspresi orang yang berpuasa di segi Allah ini ada dua alasannya: 
Puasa ialah rahasia antara seorang hamba dengan Allah di dunia. Ketika di alam baka, Allah pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa ia ialah orang yang gemar berpuasa. Allah memberitahukan amalan puasa yang dia lakukan di hadapan manusia yang lain karena dahulu di dunia, ia berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut dari orang lain. Inilah busuk mulut yang harum yang dinampakkan oleh Allah di hari kiamat nanti sebab amalan rahasia yang dia kerjakan. 
Barangsiapa yang beribadah dan mentaati Allah, senantiasa mengharap ridho Allah di dunia lewat amalan yang beliau lakukan, kemudian muncul dari amalannya tersebut bekas yang tidak terasa enak bagi jiwa di dunia, maka bekas mirip ini tidaklah dibenci di segi Allah. Bahkan bekas tersebut yaitu sesuatu yang Allah cintai dan baik di segi-Nya. Hal ini dikarenakan bekas yang tidak terasa yummy tersebut timbul alasannya melaksanakan ketaatan dan mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, Allah pun membalasnya dengan menunjukkan anyir harum pada mulutnya yang mengasyikkan seluruh makhluk, walaupun bau tersebut tidak terasa yummy di segi makluk dikala di dunia. 
Inilah yang akan dicapai oleh seorang hamba yang melaksanakan amalan puasa yang wajib di bulan Ramadhan maupun amalan puasa yang sunnah dengan dilandasi keikhlasan dan selalu mengharap ridho Allah. 
Moga Allah terus menguatkan kita untuk menjalani ibadah puasa dengan sarat tulus dan ittiba’


MACET

Pernahkah kendaraan anda mengalami macet total ketika sedang menempuh perjalanan panjang (saat mudik misalnya) ..? Walau terjebak macet cuma 2-3 jam, bagaimana rasanya..? Apa yang mampu anda lakukan ketika macet, kecuali menanti dan menanti sampai kemacetan terurai..? Bagaimana kalau macetnya belasan bahkan puluhan jam lamanya..? Maju tidak mampu, mundur pun tak kuasa. Diam saja ditempat selama berjam-jam lamanya. Bagaimana perasaan anda..?
Saudaraku…lalu bagaimana suasana Yaumil Mahsyar kelak??? Saat Allah SWT mengumpulkan puluhan bahkan ratusan Milyar manusia dalam satu lokasi. Saat kaki tidak mampu bergerak kesana kemari, kecuali cuma mampu menanti dan menanti giliran, dikala amalnya dihisab. Saat itulah gambaran macet total kemungkinan terjadi. SubhaanAllah….
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»
Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) ihwal umurnya kemana dihabiskannya, wacana ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta ihwal tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR Tirmidzi & Ad-Darimi)
TENTANG HISAB HARTA
Ingatlah dikala hari itu datang. Hisab perihal harta kita kelak dihari perhitungan, dimana tidak ada sedikitpun hitungan-Nya meleset. Peradilan yang adil tanpa ada suap dan gratifikasi. Dua pertanyaan seputar harta kita, dari mana harta tersebut kita dapatkan dan dibelanjakan untuk apa???. “Dan tidak akan bergeser kaki kita berpijak, sampai Allah SWT menanyai kita perihal hal ini”.
Darimana asal harta kita..?Darimana asal pembiayaan rumah anda.?Darimana asal kendaraan anda..?Darimana modal bisnis anda….?Darimana profit perjuangan anda…?Darimana penghasilan anda, dari gaji yang menjadi hak anda atau dari korupsi dan manipulasi-kah..?Darimana pendapatan sampingan anda, dari gratifikasi dan suapkah..?Darimana status PNS anda diperoleh ..? Dari sogok kah…?Darimana biaya anda pergi berhaji, dari dana talangan haji kah..?Menjawab satu sisi pertanyaan tentang darimana perolehan harta kita saja (walau diperoleh dengan jalan halal), mungkin sudah sangat sukar, rumit, berbelit, dan menegangkan…..Lalu bagaimana jikalau sumber harta kita dari yang haram??? Ya Robb…..
Itu gres satu segi pertanyaan ialah sumber harta, kemudian bagaimana dengan pertanggung balasan umur, tubuh, ilmu, amal dan lain-lain???
Kemacetan itu akan menyantap waktu yang sungguh panjang dan usang, rencanakan diri untuk dihisab dgn ilmu & amal sholih!!!!!
Renungan untuk diri…..


KEUTAMAAN PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

_“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa mirip setahun penuh.”
(HR. Muslim no. 1164).
Share ke yang lain, siapa tahu ada orang-orang yang berpuasa alasannya alasannya adalah kita, sehingga kita menerima pahala dengan sebab puasa mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa yang mengajak terhadap al-Huda [isyarat menuju hidayah Allah], maka ia akan menerima pahala sebanyak pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka [orang yang mengikuti] isyarat tersebut sedikitpun”
__________

(HR. Muslim [2674], Abu Daud [4609], at-Tirmidzi [2674], ad-Darimi [530], Ahmad [9160] Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

ISTERI SHOLIHAH
Sebelum pulang kantor, sang suami menelpon istrinya, “Sayang, alhamdulillah, bonus tamat tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta.” Di ujung telpon, sang istri pastinya mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, agar barokah ya mas”.
Sejak beberapa bulan yg kemudian mereka telah mempersiapkan beli kendaraan beroda empat sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.
Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, “Nak, kau ada simpanan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke beliau cukup besar, Rp. 50 juta.” Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, “Iya, Bu, insyaAllah ada.” Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, “Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli mobil yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik.”
Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sobat karibnya semasa SMA tiba-datang menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya mesti secepatnya operasi ahad ini. Banyak ongkos yg tidak bisa dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.
Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli kendaraan beroda empat impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, “Berikan padanya. Mungkin kamu memang jalan Allah untuk membantu sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang lewat perantara dirimu.” Ia pun menuruti panggilan nuraninya.
Setibanya di rumah, dia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, “Kenapa, mas? Ada duduk perkara? Nggak seperti biasanya pulang kantor sedih gini?” Sang suami mengambil napas panjang, “Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak usang, sahabat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli mobil dulu.”
Sang istri pun tersenyum, “Aduh, mas, kirain ada dilema apaan. Mas, uang kita yg sebenarnya bukan yg 20 juta itu, namun yg 130 juta. Uang yg kita infakkan terhadap orang bau tanah kita, kepada teman kita, itulah harta kita yg bantu-membantu. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg mustahil mampu hilang kalau kita lapang dada. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain.”
Sang istri pun memegang tangan suaminya, “Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jikalau kita beli mobil saat ini, justru menjadi kejelekan bagi kita. Bisa jadi petaka besar justru datang ketika mobil itu hadir saat ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, alasannya adalah kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan.”


UMURMU..50 TAHUN? 

Firman Allah SWT : “…Bukankah Kami sudah memberimu umur sehingga kau sempat mengingat bagi sesiapa yang hendak mengenang?” (Fathir: 37)
“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun” (HR.Bukhari)

Al-Khattabi berkata : “Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/argumentasi. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang akrab dgn kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan
 bersiap2 bertemu Allah.” _ (Tafsir alQurthubi)_

Fudhail bin Iyadh berkata terhadap seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun, Maka pesan yang tersirat Fudhail kepadanya : “Berarti telah 50 tahun kau berlangsung menuju Tuhanmu, sekarang nyaris sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yang kemudian. Tapi bila engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kau pasti dihukum akhir dosa abad lalu dan kala sekarang sekaligus..!”

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang telah meraih 50 tahun :

Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada keuntungannya untuk darul baka.

Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.

Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang dibutuhkan utk mendukung amal shalih.

Jangan berkawan dengan orang yang tidak memperbesar keyakinan, ilmu, dan amal.

Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan darul baka.

Jangan gusar, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.

Perbanyak doa mengharap keridha-an Allah biar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su’ul Khatimah.

Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat maut, dan bersiap menghadapinya.

Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.

Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan kekerabatan yang renggang sebelumnya.

Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.

Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang mampu terus memberi pahala dan syafa’at sehabis kita mati.

Maafkan kesalahan orang terhadap kita walau seberat apapun kesalahan itu.

Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.

Berhentilah dari semua maksiat !

Mata, berhentilah menatap yg tidak halal bagimu

Tangan, berhentilah dari menjangkau yg bukan hak mu

Mulut, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

Telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat

Berbaik sangka lah terhadap Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa

Penuhi terus hati dan ekspresi kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang renta, dan siapa pun beriman, di setiap saat dan setiap waktu.

Semoga berguna bagi kita semua, meskipun Anda belum 50 tahun. alasannya adalah…

Ingat, Kematian Tidak Mengenal Umur.


= Baca Juga =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *